Home Berita Universitas Trilogi Mantapkan Diri Sebagai Kampus Teknososiopreneur

Universitas Trilogi Mantapkan Diri Sebagai Kampus Teknososiopreneur

Home Berita Universitas Trilogi Mantapkan Diri Sebagai Kampus Teknososiopreneur

Universitas Trilogi Mantapkan Diri Sebagai Kampus Teknososiopreneur

by humas trilogi

Universitas Trilogi yang dikenal sebagai kampus teknopreneur terus berupaya menguatkan potensi generasi muda melalui mahasiswa dan dosen. Penguatan kapasitas dan kompetensinya ini dilakukan salah satunya dengan mendirikan Pusat Pengembangan Bisnis Universitas Trilogi.  Pusat pengembangan bisnis tersebut diantaranya Inkubator Bisnis Trilogi (Inbistro) dan Pusat Pengembangan Kapasitas Wirausaha Bioindustri (PPKWB).

 

Penanggung Jawab Program PPKWB 2019, Maulidian, mengatakan banyaknya startup yang lahir dari program ini karena pola pembinaan yang diberikan selalu menstimulasi para tenant untuk percaya diri. Kemudian juga diberikan bantuan pendanaan agar mereka bersemangat dan ada chalenge untuk mewujudkan harapan atas pengembangan bisnis yang mereka buat.

 

“Adapun penilaian kelayakan akhir dari tenant yang dibina oleh Universitas Trilogi ini adalah dengan melihat kelayakan dari kesiapakan untuk mandiri, kesiapan produk, dan inovasi teknologi,” ujar Maulidian di Kampus Trilogi, Komplek Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (17/9).

 

Lebih lanjut dijelaskan, setidaknya dalam tahun ini, Pusat Pengembagan Bisnis Universitas Trilogi telah menerapkan tiga metode pelaksanaannya, diataranya adalah rekrutmen berdasarkan minat dan bakat. Pola ini dilakukan dengan tiga tahapan, yaitu tahap proposal, tahap wawancara, dan tahap psikotest.

 

Tahap proposal, setiap tim wajib mengumpulkan proposal bisnisnya dalam bentuk PPT dan Video ke panitia. Tim yang dinilai layak, dapat mengikuti tahap selanjutnya. Dalam tahap wawancara, setiap tim akan diwawancarai oleh panitia terkait produk yang diusulkannya. Penilaian pada tahap ini yaitu aspek pasar, kesiapan produk, inovasi teknologi, dan solusi bagi masyarakat. Tahap terakhir yaitu psikotest, tahap ini unutk menilai kemampuan alami setiap individu untuk berwirausaha.

 

Selain rekrutmen, lanjut dosen program studi Agribisnis ini, ada juga program pelatihan dan pendampingan. Disini para tenant yang lulus akan diberikan pelatihan dan pendampingan oleh mentor.

 

Pelatihan yang diberikan, jelas Maulidian adalah berupa softksill seperti inspirasi wirausaha, pola pikir wirausaha, dan kreatifitas. Sedangkan hardskill, materi yang diberikan berupa pemahaman tentang inovasi dan teknologi dibidang pangan dan pertanian.

 

“Setiap tenant akan dberikan mentor untuk mengarahkan dalam pengembangan produk dan usaha mereka, sehingga pada akhir program dapat dilihat kemajuan yang dialami oleh para tenant,” ungkapnya.

 

Terakhir adalah kunjungan perusahaan. Peserta juga diberikan pengalaman untuk belajar dari usaha-usaha yang telah sukses. Seperti pada program tahun ini para tenant diberikan kesempatan berkunjung ke perusahaan yang ada di daerah Jawa Timur diantaranya Attaqie Farm (Tuban), CV. Arjuna Flores (Batu, Malang) dan Kampung Cokelat (Blitar).

 

Maulidian menyebut untuk PPKWB 2019 ini sendiri telah menerima danah hibah dari Direktorat Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristek Dikti. Dana hibah yang didapatkan sebesar 149.600.000.

 

“Pendanaan tersebut didapatkan dari Program Pengembangan Kewirausahaan Sistem Informasi Penelitian dan Pengabidan Kepada Masyarakat (PPK Simlitabmas),” ucap Maulidian.

 

Yang cukup membanggakan, tiga diantara startup binaan Universitas Trilogi ini juga meramaikan Kegiatan Ritech Expo dalam rangka Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hateknas) tahun 2019 di Denpasar Bali. Ketiga startup tersebut adalah CV. Mamifood Sukses Abadi, dengan Brand Cheessin adalah Saus Keju Prebiotik, yang dikomandani Direktur/CEO Maulidian, lalu Muma Spice dengan CEO Nadhilah Lahabibah serta Nature B dengan CEO Irna Rahmawati.

 

Sedangkan tim PPKWB sendiri selain digawangi oleh Maulidan, juga didigerakkan bersama Dr. Inanpi (owner attaqie farm), Mutiara, dan Indri Indrawan. Brand Cheessin sendiri merupakan salah satu partisipan dari program PPBT 2019 di bawah Inbistro, sedangkan Muma dan Nature B merupakan tenant dari PPKWB.

“Mereka ini dipilih tidak lain agar memiliki pengalaman berinteraksi langsung dengan calon pelanggan. Tujuanya adalah untuk ekspansi produk mereka, dan mereka juga dapat berkomunikasi langsung dengan pasar yang nyata, sehingga, pada saat program pendampingan selesai, mereka dapat mandiri, dan bisa mendapatkan pendanaan yang lebih besar,” ungkap Maulidian.

 

Dalam Hateknas 2019 ini, para startup binaan Universitas Trilogi ini tergabung dalam booth LLDIKTI wilayah 3 dan sekaligus melibatkan 12 perguruan tinggi yang ada di Ibukota DKI Jakarta. (sumber; rmol.id)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 + nine =