{"id":73910,"date":"2018-02-05T18:05:59","date_gmt":"2018-02-05T11:05:59","guid":{"rendered":"http:\/\/trilogi.ac.id\/universitas\/?p=73910"},"modified":"2019-07-16T18:30:56","modified_gmt":"2019-07-16T11:30:56","slug":"konsep-blue-economy-dukung-peningkatan-produktivitas-pekerja-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/trilogi.ac.id\/stekpi\/2018\/02\/05\/konsep-blue-economy-dukung-peningkatan-produktivitas-pekerja-indonesia\/","title":{"rendered":"Konsep Blue Economy Dukung Peningkatan Produktivitas Pekerja Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-73899 aligncenter\" src=\"http:\/\/trilogi.ac.id\/universitas\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/5.-Gunter-Pauli-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/trilogi.ac.id\/stekpi\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/5.-Gunter-Pauli-300x200.jpg 300w, https:\/\/trilogi.ac.id\/stekpi\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/5.-Gunter-Pauli-768x512.jpg 768w, https:\/\/trilogi.ac.id\/stekpi\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/5.-Gunter-Pauli-1024x683.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>Kementerian Ketenagakerjaan berharap gagasan Ekonomi Biru (Blue Economy)\u00a0 yang diterjemahkan sebagai pembangunan pembangunan ramah lingkungan berkelanjutan bisa memberikan hasil optimal dan sumber daya yang memberikan nilai tambah.<\/p>\n<p>\u201cKonsep Blue Economy harus diarahkan untuk membantu peningkatan\u00a0 produktivitas pekerja\u00a0 dan penciptaan lapangan kerja.\u00a0 Langkah- langkah aksi untuk sosialisasi dan penerapannya harus didukung semua pihak, \u201c ujar Menaker Hanif Dhakiri yang diwakili staf ahli Hubungan Internasional Kemnaker Abdul Wahab Bangkona saat memberikan sambutan pada acara\u00a0 International Conference on Blue Economy for Suistanable Development di\u00a0 Jakarta, Jum\u2019at (26\/1).<\/p>\n<p>Abdul Wahab mengatakan\u00a0 pada prinsipnya Blue Economy\u00a0 merupakan pengembangan dari prinsip Green Economy yang konteksnya fokus pada produktivitas tinggi, massif, dan optimalisasi sumberdaya yang berkelanjutan.<\/p>\n<p>\u201cDengan ikon optimalisasi dalam Blue Economy ini, maka seluruh sumberdaya (resource) harus memberikan nilai tambah, memberikan hasil lebih baik. Dalam konteks ketenagakerjaan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pekerja,\u2019kata Abdul Wahab.<\/p>\n<p>Abdul Wahab Bangkona mengatakan\u00a0 untuk mendukung konsep blue ekonomi\u00a0 harus ada regulasi sistematis yang bisa dengan mudah diterapkan dan aturan standar yang jelas agar seluruh pemangku kepentingan terlibat karena masing-masing sektor punya potensi masing-masing.<\/p>\n<p>\u201cPotensi itu mesti dirawat dengan bekerjasama dengan bidang masing-masing Kementerian\/Lembaga, Kampus dan para ahli serta memberi nilai tambah untuk mendapatkan hasil yang optimal. Ini tidak mudah, kalau tidak dilakukan hari ini, \u201c kata Abdul Wahab.<\/p>\n<p>Abdul Wahab mengatakan Indonesia merupakan negara kaya raya dengan sumberdaya di laut maupun hutan. Banyak bahan baku yang bisa diperoleh dari hasil sumberdaya di Indonesia, jadi tidak perlu melakukan impor.<\/p>\n<p>Abdul Wahab\u00a0 berharap konsepsi dan implementasi gagasan ekonomi biru bisa memberikan manfaat bagi semua pemangku kepentingan yakni institusi pemerintah, dunia usaha, dunia industri, dunia pendidikan dan pelatihan maupun organisasi masyarakat lainnya, yang memiliki tanggungjawab sama untuk membawa bangsa ini menjadi bangsa yang kompeten dan produktif.<\/p>\n<p>\u201cMenjadi yang terbaik adalah penting, tetapi menjadi lebih baik dari sebelumnya itu jauh lebih penting. Terus menerus memperbaiki, berinovasi untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya, itulah hakikat produktivitas, \u201c kata Abdul Wahab.<\/p>\n<p>Sementara itu\u00a0 Prof. Dr. Gunter Pauli, seorang enterpreuner, author dan initiator Blue Economy\u00a0 menjelaskan inti pemikiran dan gerakan ekonomi sebenarnya adalah mendorong pemanfaatan sumber daya lokal melalui beragam inovasi agar semaksimal mungkin memberikan nilai tambah bagi peningkatan ekonomi, kualitas hidup manusia, penciptaan lapangan kerja dan terutama penghematan sumber daya agar dapat lebih lama diperoleh manfaatnya.<\/p>\n<p>\u201cApa pun komoditasnya pasti bisa digali teknologi untuk meningkatkan nilai tambah dan kemanfaatannya, intinya adalah inovasi tiada henti. Gerakan ekonomi yang dirintis\u00a0 lebih dari sekedar ramah lingkungan. Saya berusaha menaikkan standar dari kata sustainabilitas lebih tinggi dari sebelumnya, \u201ckata\u00a0 Gunter Pauli<\/p>\n<p>Dalam Konsep Blue Economy, semua sumber daya alam tidak ada yang terbuang, bahkan bahan sisa produksi. Bahan sisa produski bisa dibuat produk baru atau didaur ulang. \u201c Berbicara tenaga kerja dalam sektor alam, semua orang yang fokus pada sektor alam, mereka tidak ada yang menganggur. Pasti mereka bekerja, entah itu kecil ataupun besar pekerjaannya. Namun yang pasti, mereka tidak ada yang menganggur,\u201d kata Gunter<\/p>\n<p>Rektor Universitas Trilogi Dr. Aam Bastaman menambahkan\u00a0 konferensi Internasional yang digelar Universitas Trilogi merupakan sebuah momentum untuk kembali memahami ekonomi biru adalah bagian dari tata nilai kehidupan yang harus diimplemantasikan.<\/p>\n<p>\u201c Semangat menerapkan ekonomi biru ini menjadi bagian dari pembangunan nasional\u00a0 Indonesia. Konteks ini bisa dilihat dari misi Universitas Trilogi yang menyelenggarakan pendidikan untuk mengembangkan keteknopreneuran, kemampuan bekerjasama dan kemandirian dalam lingkungan Ekonomi Biru, \u201c katanya.<\/p>\n<p>Acara International Conference on Blue Economy for Suistanable Development hasil kerjasama\u00a0 Ditjen Binalattas Kemnaker dengan Universitas Trilogi Jakarta ini\u00a0 dihadiri oleh Mantan Menaker\u00a0 Bomer Pasaribu, Hayono Suyono, Sekretaris Ditjen Binalattas Kunjung Masehat, Direktur Bina Produktivitas Ditjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kemnaker\u00a0 Muhammad Zuhri, narasumber tunggal Prof. Dr. Gunter Pauli, seorang enterpreuner, author dan initiator of Blue Economy dan 100 peserta dari para pembuat kebijakan, akademisi dan asosiasi profesi. (Kompas.com)       <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kementerian Ketenagakerjaan berharap gagasan Ekonomi Biru (Blue Economy)\u00a0 yang diterjemahkan sebagai pembangunan pembangunan ramah lingkungan berkelanjutan bisa memberikan hasil optimal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":73899,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[110,111,109,116,108],"class_list":["post-73910","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-blueeconomi","tag-ekonomi","tag-gutherpauli","tag-kompas","tag-universitastrilogi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/trilogi.ac.id\/stekpi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73910","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/trilogi.ac.id\/stekpi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/trilogi.ac.id\/stekpi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/trilogi.ac.id\/stekpi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/trilogi.ac.id\/stekpi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=73910"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/trilogi.ac.id\/stekpi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73910\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":73911,"href":"https:\/\/trilogi.ac.id\/stekpi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73910\/revisions\/73911"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/trilogi.ac.id\/stekpi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/73899"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/trilogi.ac.id\/stekpi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=73910"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/trilogi.ac.id\/stekpi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=73910"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/trilogi.ac.id\/stekpi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=73910"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}