{"id":80975,"date":"2025-04-30T16:05:11","date_gmt":"2025-04-30T09:05:11","guid":{"rendered":"https:\/\/trilogi.ac.id\/stekpi\/?p=80975"},"modified":"2025-04-30T16:34:19","modified_gmt":"2025-04-30T09:34:19","slug":"strategi-jitu-meningkatkan-brand-loyalty-lewat-event-marketing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/trilogi.ac.id\/stekpi\/80975\/","title":{"rendered":"Strategi Jitu Meningkatkan Brand Loyalty lewat Event Marketing"},"content":{"rendered":"<p class=\"font-container-content font-container-margin\">Di tengah dunia pemasaran yang semakin berkembang, sekadar mengandalkan iklan atau promosi di media sosial sudah tidak cukup untuk membangun hubungan yang kuat antara\u00a0<em>brand<\/em>\u00a0dan konsumen. Merek kini dituntut untuk mampu menciptakan pengalaman yang tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam di hati audiens.<\/p>\n<p class=\"font-container-content font-container-margin\">Salah satu cara yang terbukti efektif untuk mencapainya adalah melalui\u00a0<em>event marketing,<\/em>\u00a0yang menjadi bentuk dari\u00a0<em>brand activation<\/em>. Lewat\u00a0<em>event<\/em>,\u00a0<em>brand<\/em>\u00a0tidak hanya dikenalkan, tetapi juga membangun ikatan emosional yang kuat dengan audiens melalui pengalaman langsung yang mereka rasakan.<\/p>\n<p class=\"font-container-content font-container-margin\">Pada acara\u00a0<em>Campus Marketeers Club (CMC) Festival<\/em>\u00a0yang diadakan di Universitas Trilogi, Jakarta pada Selasa (15\/4\/2025) dengan tema \u201c<em>Di Balik Event Marketing,<\/em>\u201d Dr. Aam Bastaman, S.E., M.Si., Associate Professor dan Dosen Universitas Trilogi, berbagi pandangannya mengenai pentingnya\u00a0<em>event marketing<\/em>\u00a0sebagai jembatan penghubung antara\u00a0<em>brand<\/em>\u00a0dan audiens.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p class=\"font-container-content font-container-margin\">\u201c<em>Event marketing<\/em>\u00a0menciptakan interaksi langsung antara\u00a0<em>brand<\/em>\u00a0dan konsumen, yang membuat hubungan yang terbentuk lebih personal dan berdampak.\u00a0<em>Brand<\/em>\u00a0tidak hanya menjadi sekadar identitas, tetapi hadir lebih dekat dan nyata lewat pengalaman yang dirasakan konsumen,\u201d ujar Dr. Aam Bastaman.<\/p>\n<p class=\"font-container-content font-container-margin\">Salah satu contoh\u00a0<em>event marketing<\/em>\u00a0yang sukses adalah\u00a0<em>FIFA World Cup Qatar 2022,<\/em>\u00a0yang tidak hanya menjadi ajang tontonan global, tetapi juga sumber pendapatan besar bagi sponsor-sponsor besar seperti Adidas dan Coca-Cola.<\/p>\n<p class=\"font-container-content font-container-margin\">\u201cFakta bahwa lebih dari 5 miliar orang menonton\u00a0<em>World Cup<\/em>\u00a0ini menunjukkan kekuatan\u00a0<em>event marketing<\/em>\u00a0dalam menjangkau audiens secara luas.\u00a0<em>Event<\/em>\u00a0sebesar ini memungkinkan\u00a0<em>brand<\/em>\u00a0untuk menanamkan identitas mereka di benak miliaran orang di seluruh dunia,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p class=\"font-container-content font-container-margin\">Namun, dampak besar tidak hanya bisa dicapai melalui\u00a0<em>event<\/em>\u00a0berskala internasional.\u00a0<em>Event<\/em>\u00a0yang memiliki skala kecil juga mampu memberikan pengaruh besar dalam membangun hubungan yang lebih erat dengan audiens. Misalnya, konser Dewa 19 atau peluncuran produk oleh merek-merek kecantikan di Indonesia.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p class=\"font-container-content font-container-margin\">Menurut Dr. Aam,\u00a0<em>event<\/em>\u00a0seperti ini memberikan kesempatan kepada sponsor untuk menjangkau audiens yang sudah tersegmentasi dan memiliki loyalitas tinggi.<\/p>\n<p class=\"font-container-content font-container-margin\">\u201cMeski tidak sebesar\u00a0<em>World Cup, event<\/em>\u00a0lokal yang dikemas dengan baik tetap bisa memperkuat posisi\u00a0<em>brand<\/em>\u00a0di hati konsumen,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p class=\"font-container-content font-container-margin\">Untuk menciptakan\u00a0<em>brand activation\u00a0<\/em>yang sukses, diperlukan strategi yang jelas dan terencana.<\/p>\n<p class=\"font-container-content font-container-margin\">Sigit Kurniawan, Chief Operating Officer (COO) Marketeers, menekankan bahwa\u00a0<em>brand activation<\/em>\u00a0harus lebih dari sekadar meningkatkan kesadaran.\u00a0<em>Event marketing<\/em>\u00a0harus mampu membangun hubungan emosional yang kuat dengan audiens.<\/p>\n<p class=\"font-container-content font-container-margin\"><em>\u201cBrand activation<\/em>\u00a0adalah strategi yang fokus pada interaksi langsung antara\u00a0<em>brand<\/em>\u00a0dan audiens.\u00a0<em>Brand<\/em>\u00a0harus memberikan dampak yang berarti bagi audiens. Oleh karena itu,\u00a0<em>event marketing<\/em>\u00a0perlu mengedukasi, menghibur, dan menyampaikan nilai-nilai\u00a0<em>brand<\/em>\u00a0secara mendalam,\u201d kata Sigit.<\/p>\n<p class=\"font-container-content font-container-margin\">Sigit menyarankan untuk menerapkan formula 3C dalam merancang\u00a0<em>event marketing: Cash, Content,\u00a0<\/em>dan<em>\u00a0Crowd<\/em>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p class=\"font-container-content font-container-margin\">Acara, terlebih yang bersifat komersial, sebaiknya tidak hanya mengeluarkan biaya, tetapi juga menghasilkan pemasukan. Hal ini bisa dicapai melalui tiket berbayar,\u00a0<em>sponsorship,<\/em>\u00a0dan kolaborasi strategis.<\/p>\n<p class=\"font-container-content font-container-margin\">\u201cKonten acara juga harus berkualitas agar audiens tertarik datang, dan jumlah audiens yang hadir juga menjadi faktor penentu keberhasilan\u00a0<em>event<\/em>. Sebesar apapun nilai sebuah acara, jika tidak ada audiens yang datang, maka semuanya akan sia-sia,\u201d tambah Sigit.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p class=\"font-container-content font-container-margin\">Kreativitas juga memegang peran penting dalam membedakan\u00a0<em>event marketing<\/em>\u00a0dari yang lain. Menurut Sigit, elemen baru dalam setiap acara dapat memberikan nuansa berbeda yang membuat audiens tetap tertarik.<\/p>\n<p class=\"font-container-content font-container-margin\">\u201cCukup 30% elemen baru yang bisa menciptakan perbedaan. Dengan sedikit sentuhan kreatif,\u00a0<em>event<\/em>\u00a0dapat memberikan pengalaman yang tak terlupakan dan membuat audiens menantikan acara berikutnya,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p class=\"font-container-content font-container-margin\">Pranansyah Taqwa Hidayat, Brand Activation Management of Kahf \u2013 Paragon Corp, juga menambahkan bahwa\u00a0<em>brand activation<\/em>\u00a0bukan hanya soal acara besar atau\u00a0<em>gimmick<\/em>\u00a0semata, tetapi tentang menciptakan pengalaman yang benar-benar berkesan.<\/p>\n<p class=\"font-container-content font-container-margin\">\u201c<em>Brand activation is basically an experience.<\/em>\u00a0Kita menciptakan pengalaman yang\u00a0<em>memorable<\/em>\u00a0untuk konsumen kita agar mereka menjadikan\u00a0<em>brand<\/em>\u00a0kita\u00a0<em>top of mind<\/em>,\u201d jelas Ranan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p class=\"font-container-content font-container-margin\">Menurut Ranan, kekuatan\u00a0<em>brand activation<\/em>\u00a0terletak pada kemampuannya membangun kepercayaan dan mendorong\u00a0<em>word of mouth,<\/em>\u00a0yang saat ini menjadi strategi pemasaran paling efektif.<\/p>\n<p class=\"font-container-content font-container-margin\">Untuk membangun\u00a0<em>brand activation<\/em>\u00a0yang kuat, Ranan mengungkapkan empat langkah utama.<\/p>\n<p class=\"font-container-content font-container-margin\"><em>Pertama<\/em>, mengenali target pasar secara spesifik dan memahami kebutuhan mereka.<\/p>\n<p class=\"font-container-content font-container-margin\"><em>Kedua<\/em>, berintegrasi dengan pasar secara mendalam, menyelami gaya hidup dan kebiasaan digital mereka.<\/p>\n<p class=\"font-container-content font-container-margin\"><em>Ketiga<\/em>, menetapkan tujuan yang jelas dan indikator keberhasilan.\u00a0<em>Terakhir<\/em>, eksekusi yang sempurna dan evaluasi setelah acara untuk menilai keberhasilan serta area yang perlu diperbaiki.<\/p>\n<p class=\"font-container-content font-container-margin\">Pada intinya,\u00a0<em>brand activation<\/em>\u00a0melalui\u00a0<em>event marketing<\/em>\u00a0bukan hanya tentang mengadakan acara, tetapi lebih kepada menciptakan pengalaman yang berkesan dan mempererat hubungan emosional dengan audiens.<\/p>\n<p class=\"font-container-content font-container-margin\">Dengan strategi yang matang, eksekusi yang tepat, dan pemahaman yang mendalam tentang audiens,\u00a0<em>brand<\/em>\u00a0dapat menciptakan\u00a0<em>event<\/em>\u00a0yang tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga membangun loyalitas yang berkelanjutan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber: https:\/\/www.marketeers.com\/<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di tengah dunia pemasaran yang semakin berkembang, sekadar mengandalkan iklan atau promosi di media sosial sudah tidak cukup untuk membangun hubungan yang kuat antara\u00a0brand\u00a0dan konsumen. Merek kini dituntut untuk mampu menciptakan pengalaman yang tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam di hati audiens. Salah satu cara yang terbukti efektif untuk mencapainya adalah melalui\u00a0event [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":80976,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-80975","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/trilogi.ac.id\/stekpi\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/WhatsApp-Image-2025-04-30-at-16.04.34_a0108c9b.jpg",750,500,false],"landscape":["https:\/\/trilogi.ac.id\/stekpi\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/WhatsApp-Image-2025-04-30-at-16.04.34_a0108c9b.jpg",750,500,false],"portraits":["https:\/\/trilogi.ac.id\/stekpi\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/WhatsApp-Image-2025-04-30-at-16.04.34_a0108c9b.jpg",750,500,false],"thumbnail":["https:\/\/trilogi.ac.id\/stekpi\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/WhatsApp-Image-2025-04-30-at-16.04.34_a0108c9b-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/trilogi.ac.id\/stekpi\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/WhatsApp-Image-2025-04-30-at-16.04.34_a0108c9b-300x200.jpg",300,200,true],"large":["https:\/\/trilogi.ac.id\/stekpi\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/WhatsApp-Image-2025-04-30-at-16.04.34_a0108c9b.jpg",750,500,false],"1536x1536":["https:\/\/trilogi.ac.id\/stekpi\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/WhatsApp-Image-2025-04-30-at-16.04.34_a0108c9b.jpg",750,500,false],"2048x2048":["https:\/\/trilogi.ac.id\/stekpi\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/WhatsApp-Image-2025-04-30-at-16.04.34_a0108c9b.jpg",750,500,false]},"rttpg_author":{"display_name":"admin","author_link":"https:\/\/trilogi.ac.id\/stekpi\/author\/admin\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/trilogi.ac.id\/stekpi\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a>","rttpg_excerpt":"Di tengah dunia pemasaran yang semakin berkembang, sekadar mengandalkan iklan atau promosi di media sosial sudah tidak cukup untuk membangun hubungan yang kuat antara\u00a0brand\u00a0dan konsumen. Merek kini dituntut untuk mampu menciptakan pengalaman yang tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam di hati audiens. Salah satu cara yang terbukti efektif untuk mencapainya adalah melalui\u00a0event&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/trilogi.ac.id\/stekpi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80975","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/trilogi.ac.id\/stekpi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/trilogi.ac.id\/stekpi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/trilogi.ac.id\/stekpi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/trilogi.ac.id\/stekpi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=80975"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/trilogi.ac.id\/stekpi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80975\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":80977,"href":"https:\/\/trilogi.ac.id\/stekpi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80975\/revisions\/80977"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/trilogi.ac.id\/stekpi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/80976"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/trilogi.ac.id\/stekpi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=80975"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/trilogi.ac.id\/stekpi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=80975"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/trilogi.ac.id\/stekpi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=80975"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}