TRIBUN-VIDEO.COM – Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, menyatakan bahwa karakter kepemimpinan yang dimiliki oleh Presiden ke-2 RI, Soeharto, dinilai masih sangat relevan untuk dicontoh oleh para Generasi Z atau Gen Z pada masa sekarang.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Fadli Zon saat menghadiri rangkaian kegiatan lomba menggambar sketsa Soeharto dan seminar nasional dalam rangka memperingati hari lahir ke-105 Soeharto di Auditorium Universitas Trilogi, Jakarta Selatan, pada Rabu (24/6/2026).
Menbud menjelaskan beberapa nilai positif dari sosok Pak Harto yang dinilai patut ditiru, di antaranya adalah kepribadiannya yang humble atau rendah hati, sikap bertanggung jawab, serta keberaniannya dalam mengambil keputusan maupun kebijakan sekaligus menanggung risikonya.
Fadli Zon menambahkan bahwa rekam jejak yang kuat dari sosok Soeharto tidak lepas dari falsafah hidupnya yang berakar dari kebudayaan, sehingga mampu memberikan pengaruh yang mendalam bagi sejarah bangsa.
“Sangat relevan ya (untuk dicontoh Gen Z), bagaimana Pak Harto itu orangnya humble, artinya beliau bertanggung jawab, berani mengambil satu keputusan, mengambil kebijakan, dan berani mengambil atau menanggung resikonya,” tutur Fadli Zon.
Kendati demikian, Fadli Zon menggarisbawahi perlunya peningkatan aspek literasi melalui penyediaan buku-buku agar generasi muda saat ini dapat lebih memahami serta mendalami karakter dasar dari sosok Soeharto.
Ia mendorong agar penyebaran informasi sejarah tersebut dapat dioptimalkan melalui langkah digitalisasi, diseminasi, hingga proses distribusi buku yang lebih merata di masa mendatang.
Lebih lanjut, Fadli Zon mengingatkan bahwa Soeharto sendiri telah resmi tercatat dan ditetapkan sebagai pahlawan nasional sejak tanggal 10 November 2025 lalu.
Semat pahlawan nasional tersebut diberikan dengan mempertimbangkan deretan jasa besar Soeharto bagi Indonesia, mulai dari masa perang mempertahankan kemerdekaan, pembebasan Irian Barat, fase krusial peralihan kekuasaan, hingga memimpin masa Orde Baru sejak tahun 1967 sampai 1998.
Selain itu, kiprah Soeharto di kancah internasional juga dinilai sangat besar, seperti kontribusinya di organisasi ASEAN, APEC, hingga menjadi mediator andal dalam berbagai konflik negara tetangga, termasuk keterlibatannya di Jakarta Informal Meeting.
Dari sektor perekonomian domestic, Soeharto dinilai menorehkan prestasi gemilang di bidang pertanian melalui kesuksesan program Revolusi Hijau dan Koperasi Unit Desa (KUD) yang berhasil membawa Indonesia mencapai swasembada pangan pada tahun 1984 silam.
Sumber:(Tribun-Video.com/Tribunnews.com)
