Implementasi Budaya Antre Menggunakan Identity Card untuk Meningkatkan Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia 3–4 Tahun

Feni Nur Cahyaning Ayu Wardani, Arnelia Dwiyasa, Siti Muntomimah

Abstract


Perkembangan sosial emosional merupakan aspek fundamental dalam pendidikan anak usia dini yang berperan penting dalam pembentukan karakter dan kesiapan anak untuk berinteraksi secara sosial. Salah satu permasalahan yang sering ditemukan di lembaga PAUD adalah rendahnya kemampuan anak dalam menunggu giliran dan mematuhi aturan sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi budaya antre menggunakan media identity card dalam meningkatkan perkembangan sosial emosional anak usia 3–4 tahun di KB Putri Indah. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas dua siklus, masing-masing melalui tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 14 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan budaya antre menggunakan identity card mampu meningkatkan kemampuan sosial emosional anak, khususnya pada aspek kesabaran menunggu giliran, pengendalian emosi, dan perilaku prososial. Pada akhir siklus II, lebih dari 75% anak berada pada kategori Berkembang Sesuai Harapan dan Berkembang Sangat Baik. Dengan demikian, penggunaan identity card efektif sebagai media visual dalam menumbuhkan budaya antre dan meningkatkan perkembangan sosial emosional anak usia dini.

Keywords


Anak Usia Dini; Budaya Antre; Identity Card; Sosial Emosional.

Full Text:

PDF Turnitin

References


Ahmad, A. S., & Ismail, H. N. (2025). Global trends in assessing social and emotional development in early childhood education: A bibliometric analysis (2020–2025). International Journal of Research and Innovation in Social Science, 9(3), 1–15. https://doi.org/10.47772/IJRISS.2025.90300097

Ayunita, S., Khadijah, K., Harahap, E. F., & Rahmawati, R. (2023). Penerapan budaya antri dalam meningkatkan sosial emosional anak usia dini. Atthiflah: Journal of Early Childhood Islamic Education, 10(2), 239–246. https://doi.org/10.54069/atthiflah.v10i2.493

Burns, A. (2020). Doing action research in English language teaching: A guide for practitioners (2nd ed.). Routledge.

Cecep, C., Rahman, A., & Lestari, D. (2023). Media kartu antre dalam membentuk disiplin anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif, 7(1), 45–54.

Chen, M., Li, Y., Wang, X., & Zhao, Q. (2025). School readiness priorities and transition practices in early childhood education. Education 3–13, Advance online publication. https://doi.org/10.1080/03004279.2025.2490026

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Herawati, N. (2023). Peran media konkret dalam pembelajaran sosial anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(2), 1880–1890.

Integrating social-emotional learning through play. (2025). Early Childhood Education and Development. https://doi.org/10.1080/02568543.2025.2567504

Ismawati, I. (2024). Implementasi budaya antri dalam melatih kesabaran anak usia dini. Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran, 6(2), 134–145. https://doi.org/10.30651/pedagogi.v6i2.4412

Kemmis, S., & McTaggart, R. (2014). The action research planner: Doing critical participatory action research. Springer.

Main, K., Smith, J., Brown, L., & Taylor, R. (2025). The importance of social and emotional skills during adolescence and their foundations in early childhood. Education Sciences, 15(2), 258. https://doi.org/10.3390/educsci15020258

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.

Miyati, S., & Aryani, R. (2022). Upaya meningkatkan perkembangan sosial emosional anak usia dini melalui bermain peran. Jurnal Pendidikan Tambusai, 6(2), 9876–9885. https://doi.org/10.31004/jptam.v6i2.4918

Najiah, S., Fitria, N., & Rahman, A. (2023). Meningkatkan perkembangan sosial emosional anak usia dini melalui kegiatan mengantri. Talita Kum: Journal of Early Childhood Education, 2(2), 45–56. https://doi.org/10.69929/talitakum.v2i2.18

Tuncdemir, T. B. A. (2025). Integrating social-emotional learning through play: Perspectives from early childhood educators. Journal of Research in Childhood Education. Advance online publication. https://doi.org/10.1080/02568543.2025.2567504

Rahayu, F., Arkam, R., & Mustikasari, R. (2023). Strategi pengembangan kemampuan sosial emosional anak usia dini dengan pembudayaan antri. Mentari: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(2), 101–112. https://doi.org/10.60155/mentari.v3i2.367

Sugiyono. (2022). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sulistiawati, E., Nurhayati, S., & Pratama, R. (2023). Stimulasi aspek sosial-emosional pada anak usia dini. Jurnal Citra Bakti, 3(3), 215–226. https://doi.org/10.38048/jcp.v3i3.1900

Murray, L., Levickis, P., McFarland, L., Eadie, P., Lee-Pang, L., Quach, J., & Page, J. (2025). Supporting young children’s social-emotional wellbeing in early childhood education and care: Perspectives from the sector. Education Sciences, 15(5), 569. https://doi.org/10.3390/educsci15050569

Tihnike, R., & Farida, F. (2024). Mengembangkan kemampuan emosional anak melalui pembiasaan sabar menunggu giliran. Atthufuly: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(1), 55–66. https://doi.org/10.37812/atthufuly.v4i1.1554

Utsman, U., & Hanifah, N. (2021). Pembiasaan antre dalam pembentukan karakter disiplin anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak, 10(2), 123–131.




DOI: https://doi.org/10.31326/jcpaud.v8i2.2693

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Editorial Address

Universitas Trilogi jakarta

Jalan TMP Kalibata No.1, RT.4/RW.4, Duren Tiga, Kec. Pancoran, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12760