Home Berita Archives for admin trilogi

Author: admin trilogi

Mengukur Efek 1 tahun UU Ciptaker

by admin trilogi admin trilogi No Comments

Setahun setelah UU Ciptaker Diberlakukan, telah memberikan kemudahan dalam perijinan berusaha, menaikkan lapangan kerja dan mulai tumbuhnya investasi yang sempat terdisrupsi oleh pandemi

Agar UU Ciptaker dapat berjalan lebih efektif lagi , perlu dilakukan perbaikan, melalui reformasi birokrasi / aturan dari pusat sampai daerah

Untuk lebih lengkapnya dapat disaksikan di : https://youtu.be/YyhY64EQLk4

SIDANG SENAT TERBUKA DAN ORASI ILMIAH UNIVERSITAS ISLAM BATIK SURAKARTA

by admin trilogi admin trilogi No Comments

 

Prof. Mudrajad Kuncoro, Ph.D. -Rektor Universitas Trilogi, menyampaikan orasi ilmiahnya secara daring pada acara Dies Natalis ke-38 Universitas Islam Batik Surakarta yang dilaksanakan Senin 26 Juli 2021. Pada kesempatan ini juga ditandatangani Nota Kesepahaman antara Universitas Trilogi dengan Universitas Islam Batik Surakarta dalam rangka meningkatkan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.

PSEP Universitas Trilogi Gelar Webinar Series Kajian Sistem Demokrasi dan Ekonomi Pancasila “PSEP Universitas Trilogi Gelar Webinar Series Kajian Sistem Demokrasi dan Ekonomi Pancasila”

by admin trilogi admin trilogi No Comments

Menuju 100 tahun Indonesia merdeka tepatnya 2045 adalah momentum emas bagi perjalanan bangsa ini. Usia bangsa 100 tahun mestinya sudah mencapai level kemajuan yang sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Sejalan berkembangnya ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi modern, muncul kecenderungan bahwa ideologi seolah-olah menuju akhir kematiannya.

Ia dianggap tak relevan lagi di tengah kian canggihnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ini berimbas pada berkembangnya kebudayaan sikap dan perilaku pragmatis. Era kekinian yang lazim disebut era digitalisasi, Pancasila kembali diuji dalam kehidupan sehari-hari.

Pancasila, dituntut bertransformasi dan beradaptasi dengan kemajuan teknologi informasi, baik dalam ekonomi maupun politik. Pancasila dituntut agar dipahami generasi milineal. Pancasila mesti diberi ruang interpretasi kekinian tanpa meninggalkan substansi azalinya yang hakiki.

Ruang-ruang publik mesti dibuka untuk memberikan cara baru memaknai Pancasila di era digital, demikian pengantar yang disampikan  Prof. Dr. Ir. Arissetyanto Nugroho, M.M sebagai Ketua Yayasan YPPIJ. Nantinya Pancasila dapat dicerna sesuai style kebutuhan kaum milineal. “Hal ini memang tidak mudah. Namun, upaya ini merupakan kewajiban moral semua komponen bangsa.

Mesti upaya memasyarakatkan dan membumikan nilai-nilai Pancasila diupayakan terus menerus,” kata Dr. Setia P Lenggono, Kepala Pusat Studi Ekonomi Pancasila (PSEP), Universitas Trilogi Jakarta di Jakarta, Kamis (15/7).    Dilatari pemikiran itulah PSEP Universitas Trilogi, Penerbit RajaGrafindo, Yayasan Pengembangan Pendidikan Indonesia Jakarta (YPPIJ), dan didukung Yayasan Damandiri menyelenggarakan Webinar Series Kajian Sistem Demokrasi dan Ekonomi Pancasila. Diskusi ini merupakan diskusi seri I yang menghadirkan: Prof. Dr. TB. Massa Djafar (Koordinator Program Doktor Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional), Budhi Purwandaya, Ph.D. (Dosen Ekonomi Pembangunan Universitas Trilogi sekaligus penulis buku Sistem Ekonomi Pancasila). Juga pembahas : Dr. H. Ahmad Doli Kurnia Tandjung, S.Si., MT. (Ketua Komisi II DPR Republik Indonesia) dan Prof. Ahmad Erani Yustika, S.E, M.Sc, PhD. (Guru Besar Ilmu Ekonomi Kelembagaan Universitas Brawijaya Malang).

Acara ini dimoderatori: Oetari Noor Permadi (Profesional Presenting dan Komunikasi). Dalam pengantarnya sekaligus membuka acara Webinar: Prof. Dr. Ir. Arissetyanto Nugroho, M.M. sebagai Ketua Yayasan YPPIJ. Sebagai ideologi dan dasar negara tak perlu diperdebatkan.  Apakah 1 Juni Pancasila atau 18 Agustus 1945. 1 Juni adalah sebagai ide kelahiranya dan 18 Agustus 1945 penetapan Pancasila sebagai dasar negara. “Pelaksanaan pembangunan nasional mesti mengimplementasikan Pancasila secara utuh, terintegrasi dan berkesinambungan, sehingga kita tidak keluar dari relnya. Kini era digital jadi ujian bagi Pancasila apakah ia mampu sebagai ideologi solusi bangsa keluar permasalahannya,” ujarnya.  “Salah satunya bagaimana Pancasila menjembatasi ruang diskusi bagi setiap generasi dan  menjangkau seluruh lapisan masyarakat, “ tambah Prof Aissetyanto.

Penerbitan buku ini tak luput dari dukungan penuh dari Yayasan Damandiri. Mewakili Ketua Yayasaan Damandiri, Firdaus memberi penekanan bahwa Pancasila jangan sampai terlupakan. Di dalamnya ada prinsip ekonomi gotong royong. Kalau kita mengabaikan  Pancasila bangsa ini bakal terpecah-pecah, demikian pungkasnya.

Demokrasi Pancasila Sebelum memasuki diskusi puncak diawali pengantar Dr. P. Setia Lenggono (Ketua Pusat Studi Ekonomi Pancasila). Ia menguraikan sejarah singkat kenapa kedua buku lahir. Awalnya adalah karena kekosongan penulisan buku tentang Demokrasi Pancasila. Lalu dibuatlah buku kecil Risalah Demokrasi Pancasila. Buku kecil itu ditulis bersama Almarhum Subiakto Tjakrawerdaja, Soenarto Soedarno ddan P. Setia Lenggono.  Memang sebelumnya terkesan ada kekosongan elit politik tentang kajian demokrasi Pancasila. Justru di tengah merebaknya liberal di negeri kita saat ini, demokrasi Pancasila terlupakan. “Inilah yang melatari lahirnya buku Sistem Ekonomi Pancasila dan Sistem Demokrasi Pancasila. Demokrasi Pancasila adalah jati diri bangsa yang dibangun dari sistem sosial budaya, pandangan hidup, dan kekhasan historis,” ujarnya. Jadi, tidak bisa sebuah model demokrasi dicangkokan begitu saja di suatu negara dengan mengabaikan jati diri bangsa itu sendiri.

Lenggono melanjutkan bahwa, kedua buku ini diharapkan mampu mengisi “ruang kosong”, akibat belum disiapkannya konsepsi Demokrasi Pancasila berbentuk naskah kesisteman yang utuh dan menyeluruh oleh para pendiri negara. Penulisan kedua buku ini sebagai upaya merekonstruksi pemikiran para pendiri negara secara ilmiah tentang Demokrasi Ekonomi melalui pendekatan kesisteman. Makanya disebut sebagai Sistem Ekonomi Pancasila sebagai bagian integral Sistem Demokrasi Pancasila. Kedunya bak dua sisi mata uang tak terpisahkan, demikian ungkap Lenggono. Sebagai penulis buku Sistem Demokrasi Pancasila Prof. TB Massa Djaffar menguraikan demokrasi Pancasila sebagai identitas bangsa Indenesia. Menurutnya,  sebuah sistem demokrasi sesungguhnya kompleks. Selain menyangkut akar filosofisnya, juga dipengnaruhi latar belakang identitas politik, suku dan agama.

Pancasila menjembatani semua itu. Pancasila membuat Indonesia menjadi bang yang religius dan punya kolektivitas tinggi (gotong royong). Prof. Massa melanjutkan, secara epistemologi demokrasi Pancasila   dikonstruksi sebagai cita-cita suatu bangsa dalam konstitusi UUD 1945. Jika dicermati esensi demokrasi Pancasila ini ialah bagaimana mewujudkan  demokrasi kesejahteraan. Prof. Massa juga menggarisbawahi bahwa tak ada suatu bangsa di dunia ini tanpa ideologis dalam membangun ekonomi dan politiknya. “Negara sekelas China telah masuk sistem ekonomi pasar. Ia tetap saja meletakan dasar ideologinya dalam sistem sosialisme komunis.

Kata kunci bagi Indonesia agar demokrasi Pancasila ini diterapkan secara konsisten dijalankan adalah komitmen politik dan bukan lip service. Termasuk terus menggali kearifan lokal dalam memperkuat demokrasi Pancasila ditataran implementasi,” katanya. Sistem Ekonomi Pancasila Budhi Purwandaya, Ph.D menguraikan secara garis besar isi yang terkandung dalam buku Sistem Ekonomi Pancasila (SEP). Mulai dari aspek ontologi, epistemologi dan aksiologi. Budi memulainya menguraikan hakikat manusia, paham kekeluargaan dan ciri pokok demokrasi ekonomi. Lalu ia menguraikan definisi dan ciri-ciri SEP itu sendiri. “Memang buku bukanlah Teori Ekonomi Pancasila sebagai ekonomi positivis. Melainkan baru sistem ekonomi (normative).

Ia juga menguraikan terma baru misalnya soal “keunggulan bermitra”. Bukan bersaing bebas sehingga,  dalam buku SEP ada istilah pasar yang berkeadilan.,” katanya. Terminologi ini jauh lebih baik ketimbang berkompetisi. Secara historis sejak Orde Lama sebetulnya SEP ini sudah dijalankan. Meskipun ada kelemahannya. Semasa Orde Lama diterapkan lewat Pola Pembangunan Semesta Berencana. Tapi problem situasi politik yang tidak kondusif tidak berjalan semestinya. Masa Orde Baru menjalankannya lewat GBHN. Diterjemahkan lewat konsep Trilogi Pembangunan, pertumbuhan ekonomi, ketahanan nasional dan pemerataan. Memang ada kekurangannya.

Namun, keberhasilannya juga diakui komunitas internasional yaitu Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Terutama dalam bidang pendidikan (wajib belajar 9 tahun) dari UNESCO tahun 1993, kependudukan  (UN Secretary, 1989) (keluarga berencana), swasembada beras (FAO, 1984), posyandu dan kesehatan ibu dan anak (WHO) serta pengentasan kemiskinan dari UNDP 1997. Bahkan program SD Inpres yang dibangun selama tahun 1970-an diakui sebagai kebijakan  strategis bai pendidikan rakyat miskin. Ini menjadi topik kajian Ekonomi MIT, Ester Dufflo. Ia pun meraih hadiah Ekonomi Nobel 2019.  Di Universitas Trilogi talah mengajarkan SEP sebagai mata kuliah wajib Universitas. Sebagai pembahas SEP, Prof. Erani Yustika menilai buku ini berdasarkan paparannya sebagai pendekatan kedua. Pendekatan ekonomi Pancasila sebagai sistem ekonomi.

Salah satu kritiknya dari isu buku ini adalah perlunya menambahkan  praktik dan kebijakan ekonomi sebagai dijadikan teladan dalam pelaksaan SEP. Paparan menarik dari Prof. Erani yaitu pentingna nilai-nilai Pancasila sebagai acuan menyusun SEP. Ada lima nilai: (i) imperatif moral menjadi pandu penciptaan insentif material; (ii) kedudukan manusia di atas faktor produksi; (ii) ekonomi dirancang sebagai aktivitas ekonomi kolektif; (iv) kesahajaan hidup dan hasrat memajukan kebajikan/kesejahteraan publik dan (v) pemerataan akses/aset dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.

Ia mencontohnya, makna “usaha bersama” sebagai bentuk yang tidak menimbulkan paradoks  antara pertumbuhan dan pemerataan tetapi bersamaan. Sama halnya dengan demokrasi ekonomi dan politik. Keduanya dimaknai sebagai kesejateraan dan keadilan sekaligus. Menurutnya, karakter ekonomi Pancasila yaitu (i) ekonomi kolektif; (ii) negara aktif dan (iii) preferensi sosial.

Catatan penting Prof. Erani ialah bagaimana mewujudkan keadilan sosial? Setidaknya tiga hal: (i) mendisain karakter dan menjelmakan hal-hal normatif menjadi wajah ekonomi Indonesia yang diamalkan dan (ii) Melacak peristiwa-peristiwa dan praktik-praktik ketidakadikan. Lalu, memperbaikinya berdasarkan konsep keadilan yang dipahami berdasarkan nilai-nilai Pancasila, dan (iii) membangun  kesadaran dan menjadikannya sebuah  gerakan kolektif.  Refleksi Pancasila Pembahas SDP, Dr. Ahmad Doli Kurnia Tandjung.

Mengawalinya dengan refleksi Pancasila pasca 23 tahun reformasi. Menurutnya Pancasila terlupakan. Ini terkait dengan keterikatan dengan masyarakat. Bisa dicermati dalam dua level. Pertama,  masyarakat tidak membiasakan diri mengetahui Pancasila. Muncul antipasti karena (i) tidak ada mau memahaminya (ii) adanya upaya menggantikan Pancasila dengan ideologi lain. Menurut Ahmad Doli ini jadi PR besar ke depannya. Mustahil suatu bangsa bisa berjalan semestinya jika tak mengetahu landasan ideologi pembangunannya.

Ahmad Doli merekomendasikan pentingnya melestarikan kebudayaan Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Kedua, kalangan kelompok tertentu yang mencerahkan masyarakat lewat kajian akademik dan ilmiah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Baginya lahirnya buku SEP dan SDP memberi optimistis baru bagi kita bangsa Indonesia. Supaya kembali memahami kembali demokrasi Pancasila secara substansial.

Pasalnya, selama ini demokrasi hanya sebatas prosedur belaka. Sudah saatnya membangun konsensus dan konsolidasi untuk mewujudkan hal-hal susbtansial dalam berdemokrasi. Menurutnya, lahirnya kedua buku ini, bakam menambah energi dan motivasi dalam membangun demokrasi substansial berwatak Pancasila.

Penekanan Pak Ahmad Doli ialah demokrasi Pancasila amat terkait dengan sila ke 4 Pancasila. Di dalamnya dimaknai melalui 3 cita: (i) cita kerakyatan (pengakuan kedaulatan rakyat). Praktiknya, dalam Sistem Pemilu menempatkan rakyat secara langsung; (ii) cita mekanisme permusyawaratan (kekeluargaan) yang jadi kekhas Indonesia; dan (iii) Cita etik dan keadilan.  Demokrasi Pancasila yang dianut bangsa Indonesia dibangun atas nilai-nilai etik dan keadilan. Sebagai pamungkas paparannya, Ahmad Doli mencatat ada 3 momentum buat menuju 100 tahun Indonesia merdeka (i) momentum moving forward untuk menuju demokrasi substansial (ii) momentum membangun format dan nilai-nilai demokrasi Pancasila dan (iii) penting peran kalangan milineal dalam menerapkan demokrasi Pancasila dalam kehidupan sosial, politik maupun ekonomi.

Editor : Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)
SC : https://investor.id/national/psep-universitas-trilogi-gelar-webinar-series-kajian-sistem-demokrasi-dan-ekonomi-pancasila

GELOMBANG 3 PMB UNIVERSITAS TRILOGI

by admin trilogi admin trilogi No Comments

 

 

 

Hallo Sobat-T🙋‍♀️
Pendaftaran Mahasiswa Baru Universitas Trilogi
Gelombang 3 baru saja dibuka nihh..
_
Yukk cek di @trilogi_univ untuk info lebih lanjut.
Ayo ajak teman, tetangga dan saudara Sobat untuk segera mendaftar menjadi Calon Mahasiswa Universitas Trilogi…🚶🏼‍♀️🏃🏼‍♀️🚶🏼‍♂️🏃🏼‍♂️

#JoinTRILOGI selama kamu #DirumahAja. Stay Healthy Guys!…😇

Narahubung :
Adit +6WhatsApp2 812-9368-3111
Irfan +62 813-1961-5625

Bantuan Biaya Pendidikan Menggunakan Kartu Indonesia Pintar Kuliah

by admin trilogi admin trilogi No Comments

 

Hallo Sobat-T…😃

Bagi Sobat-T yang telah memiliki KIP-Kuliah, saat ini kamu bisa mendaftar ke Universitas Trilogi dengan menggunakan KIP-Kuliah lohh

Untuk mengetahui persyaratan dan alur seleksi yukk simak postingannya!😊

#JoinTRILOGI selama kamu #DirumahAja. Stay Healthy Guys!…😇

Untuk informasi lebih lanjut, Segera hubungi…👇🏻👇🏻👇🏻

WhatsApp,
Adit +62 812-9368-3111
Irfan +62 813-1961-5625

“Ganjar Pranowo Apresiasi Buku Ke-69 Rektor Uiversitas Trilogi”

by admin trilogi admin trilogi No Comments

Prof. Mudrajad Kuncoro, Ph.D seorang ekonom UGM yang sekaligus Rektor Universitas Trilogi, baru-baru ini telah merampungkan karyanya berupa Buku dengan judul  “ Jawa Tengah Melawan Pademi Dan Resesi”

Dalam kesempatan audiensi penerbitan Buku tersebut beberapa waktu yang lalu Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memberikan apresiasi atas terbitnya buku ini.

Contac Person pemesanan:
1. Winda Amelia 0896-8573-2459
2. Robiatul Munajah 0896-8277-3130
3. Nina Sariana 0852-1580-1763

WEBINAR TEKNOSOSIOPRENEUR “Potensi Sumberdaya Perairan Indonesia: Peluang dan Tantanganya” !!

by admin trilogi admin trilogi No Comments

Assalamualikum wr.wb
Hallo teman-teman semua!

Kami dari kelompok 30 KKN akan mengadakan webinar dengan tema Teknososiopreneur yang berjudul :

*Potensi Sumberdaya Perairan Indonesia: Peluang dan Tantanganya*

Dengan Pembicara :
1. Donny Pasaribu, M.Si
(CEO Simbiofish)

2. Yodfiatfinda, Ph.D.
(Dosen Agribisnis dan Kepala Biro Perencanaan & Pengembangan Universitas Trilogi)

3. Yoni Atma, S.TP., M.Si
(Dosen Ilmu Teknologi Pangan, Universitas Trilogi)

Kata Sambutan:
Dr. Aty Herawati
(Kepala LPPM Universitas Trilogi)

Moderator:
Amelia Hermanto
( Mahasiswa Universitas Trilogi)

Save The date :
🗓Hari/Tanggal : Rabu, 7 Juli 2021
⏱Waktu : 13.00 – Selesai
📌Tempat : Zoom Meeting

Link Pendaftaran :
bit.ly/WebinarKKN30

Pendaftaran dimulai hari ini hingga 6 Juli 2021.

HTM:
💸 *Free/Gratis*

Benefits:
💡Knowledge/Ilmu yang bermanfaat
📄E- certificate
🎁Doorprize

More Information :
Hanan Hanira (082299243885)

Terimakasih atas perhatian nya dan Kami tunggu partisipasinya!✨

HUT DKI JAKARTA

by admin trilogi admin trilogi No Comments

Selamat Ulang Tahun ke-494 Jakarta🎉
Semoga terus maju dan senantiasa dicintai masyarakatnya

_
Sobat T, Apa harapan kamu untuk Jakarta dihari ulang tahunnya ini?

Koordinasi Universitas Trilogi dengan Satgas Penanggulangan COVID-19 Kecamatan Pancoran

by admin trilogi admin trilogi No Comments

 

Pagi ini Selasa, 22 Juni 2021, Pimpinan Universitas Trilogi melakukan kordinasi sekaligus melaporkan kegiatan belajar mengajar di kampus, dengan Satgas Penanggulangan COVID-19 Kecamatan Pancoran.

Dalam rangka pencegahan Covid-19 dan sesuai dengan Memorandum Rektor Nomor.03 Tahun 2021, sejak Maret 2020 hingga saat ini, Universitas Trilogi telah melakukan pembatasan-pembatasan terhadap segala aktivitas di kampus, antara lain kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan secara daring, serta kegiatan bekerja bagi dosen dan tendik dilakukan secara bergiliran dengan sistem shift antara mereka yang bekerja dari rumah (Work From Home) dan bekerja dari  kantor (Work From Office).

Universitas Trilogi Open House !!

by admin trilogi admin trilogi No Comments

 

Hallo PEJUANG PENDIDIKAN 😊

Kalian masih BINGUNG untuk lanjut kuliah ke jurusan apa ???…………
AYOOOO ikut Podcast Open House Universitas Trilogi.
Dijamin akan menjawab semua keraguan kalian dalam milih jurusan, berhadiah beasiswa juga lohh, tunggu apa lagi.

Ayooooo tunggu apa lagi, catat dan saksikan Livenya yaaa ᕙ( • ‿ • )ᕗ

Sesion 1
Tanggal 22-25 Juni
Day 1 (22 Juni 2021)
08.30-09.30 Agribisnis
09.30-11.00 Agroekoteknologi
13.30-14.30 Ilmu Teknologi Pangan

Day 2 (23 Juni 2021)
08.30-09.30 Teknik Informatika
09.30-11.00 Sistem Informasi
13.30-14.30 Desain Komunikasi Visual

Day 3 (24 Juni 2021)
08.30-09.30 Desain Produk
09.30-11.00 Ekonomi Pembangunan
13.30-14.30 Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Day 4 (25 Juni 2021)
08.30-09.30 Pendidikan Guru PAUD
09.30-11.00 Akuntansi
13.30-14.30 Manajemen

Kampus insan unggul inovasi yang siap mencetak generasi cerdas era revolusi industri 4.0 dan society 5.0

*Utuk Informasi Lebih Lanjut dapat klik link* : https://wa.me/6281212700044

Hubungi :
*Irfan* : 0813 1961 5625
*Ricky* : 0896 3184 4626
*Adit* : 0812 9368 3111

Mahasiswa Universitas Trilogi Angakatan 2018 Program Studi Ilmu Teknologi dan Pangan (ITP) mendapatkan Beasiswa Mobilitas Internasional Mahasiswa Indonesia/Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) di Prince of Shongkla University Thailand.

by admin trilogi admin trilogi No Comments

SELAMAT KEPADA 

Tiffani Nadia Pangestu

Mahasiswa Universitas Trilogi

Angakatan 2018

Program Studi Ilmu Teknologi dan Pangan (ITP).

 

Yang telah mendapatkan Beasiswa Mobilitas Internasional Mahasiswa Indonesia/Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) di Prince of Shongkla University Thailand.

Kabar gembira bagi Sivitas Akademika Universitas Trilogi, karena salah seorang mahasiswa dari Program Studi Ilmu Teknologi Pangan (ITP) berhasil mendapatkan beasiswa dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui program beasiswa Indonesian International Students Mobility Awards (IISMA).

IISMA merupakan salah satu program unggulan dari delapan Program Kampus Merdeka dengan tujuan memberikan hak dan kesempatan bagi mahasiswa untuk melakukan kegiatan pengembangan diri luar kampus, tepatnya pada perguruan tinggi luar negeri. Mahasiswa pun diharapkan bisa meningkatkan wawasan serta kompetensi yang sesuai dengan minatnya.

Penerima beasiswa diberi kesempatan untuk mengembangkan dirinya  dengan menimba ilmu di perguruan tinggi terbaik  luar negeri selama satu semester. Waktunya memang singkat, tetapi pengalaman yang didapat tentu sangat bermanfaat.

Dalam program ini, mahasiswa dapat menempuh pembelajaran di perguruan tinggi di luar negeri yang menjadi mitra Kemendikbud selama 1 (satu) semester yang kegiatan pembelajarannya disetarakan hingga 20 SKS, dengan mengambil mata kuliah dan aktivititas pengembangan diri yang diminati dan sesuai dengan persyaratan yang berlaku di perguruan tinggi mitra di luar negeri.

“Saya mendapat Informasi tentang beasiswa IISMA dari Twitter, saya tertarik dan bertanya kepada Kaprodi ITP Bapak Hermawan Seftiono, Sp., M.Si., apakah mahasiswa Universitas Trilogi dapat ikut serta, beliau bilang dicoba saja. Akhirnya saya mempersiapkan persyaratan pendaftaran dengan minimal IPK 3.00 dan memiliki kemampuan berbahasa Inggris. Seleksi dan wawancara  dilaksanakan pada bulan Mei 2021.” cerita Tifani mengenai proses seleksi yang telah dilaluinya sehingga berhasil mendapatkan beasiswa tersebut.

 

 

Open chat